Selasa, 04 Juni 2013

Pada kesempatan ini saya akan berbagi tentang Proposal yang saya buat untuk pelajaran Riset di SMP saya, SMPN 1 Malang. judulnya adalah "Pemanfaatan Angkutan Umum untuk Mengurangi Kemacetan di Kota Malang" berikut proposalnya



Pemanfaatan Angkutan Umum Sebagai Alat Untuk Mengurangi Kemacetan di Kota Malang

Oleh:
Muhammad Hanif Aqila
SMP Negeri 1 Malang
Jalan Lawu No.12 Telepon (0341)325706 Fax.324486
Malang Febuari 2013




Lembar Pengesahan


Pemanfaatan Angkutan Umum Sebagai Alat Untuk Mengurangi Kemacetan di Kota Malang





Oleh
Muhammad Hanif Aqila




Pembina Riset
Arie Harwijantin



Kata Pengantar


Proposal ini merupakan perwujudan tentang keingintahuan saya mengenai sebab kemacetan dan cara mengatasinya di Kota Malang. Selama proses pembuatan proposal penelitian ini, penelitian saya lakukan dengan observasi di jalan raya dan juga menaiki angkot . Agar dapat membaginya dengan masyarakat, saya membuat penelitian yang bertujuan mengetahui dan mengatasi macet di kota Malang ini dalam bentuk proposal
Angkot berjasa sebagai penangkal kemacetan di Kota Malang .Namun sekarang jarang dipakai karena masyarakat lebih sering menggunakan mobil pribadi seperti Avanza,APV,Xenia, dan lainnya. Angkot sangat mudah penggunaanny, hanya perlu naik dan turun di tempat tujuan.Jenis angkot seperti ADL,ABB,GA,GL,MM,AL,ASD,ABG, dan lain- lain. Macet banyak terjadi di Jembatan Soekarno Hatta, daerah Pasar Blimbing, dan lainnya. Agar masyarakat menaiki angkot maka diperlukan himbauan, iklan, dan cara lainnya yang dapat menarik perhatian masyarakat agar betah atau senang menaiki angkot daripada menaiki mobil pribadi
Pada paragraf penutup ini, saya akan menyampaikan banyak terimakasih kepada teman- teman SMPN1 malang yang bersedia menemani saya dalam penelitian, keluarga yang membantu dalam penelitian, dan tentunya para supir angkot  di Kota Malang yang membuat saya bisa meneliti jauh lebih banyak tentang Angkot di Kota Malang


Abstraksi

Aqila Hanif Muhammad,Pemanfaatan Angkutan Umum Sebagai Alat Untuk Mengurangi Kemacetan,SMPN1 Malang,Arie Harwijantin

Kata Kunci: Angkot,Kemacetan

Angkutan Umum atau Angkot berjasa sebagai penangkal kemacetan di Kota Malang.Namun   sekarang jarang      dipakai karena masyarakat Malang lebih memilih menggunakan mobil probadi seperti Avanza,APV,Xenia, dan lain         lain. Angkot sangat mudah dan murah penggunaannya, anda tinggal menaiki angkot sesuai tujuan/jurusan dan membayarnya jika sudah sampai. Angkot mencapai semua wilayah di Kota Malang sehingga terbagi pada berbagai macam jurusan tujuan seperti AL,ADL,ABB,GL,AG,ABG,ABB,TST,JPK, dan sebagainya. Angkot sebagai alat penangkal kemacetan ,jarang dipakai sehingga macet di mana mana , seperti di Jembatan Jalan Soekarno Hatta , Pasar Blimbing dan lainnya.Angkot dapat menampung penumpang lebih banyak daripada mobil pribadi.Lalu,bagaimanakah cara agar masyarakat menggunakan Angkot dan bagaimana cara mengurangi penggunaan mobil pribadi juga bagaimana cara mengurangi kemacetan di Malang,apakah angkot bisa diterima    masyarakat Kota Malang? Caranya dengan mengenalkan masyarakat pada Angkot,Mengadakan presentasi di depan  masyarakan Kota Malang tentang manfaat angkot,Serta himbauan himbauan di jalan jalan dan iklan, juga    dengan modifikasi angkot yang kurang layak menjadi lebih layak dengan menambah perangkat angkot seperti tempat duduk yang nyaman,stereo dan speaker untuk lagu,dan menghias angkot ,agar angkot lebih bisa diterima    masyarakat Kota Malang.Dengan menghias angkot, Angkot menjadi lebih bagus,berkelas,dan banyak peminatnya, serta menarik perhatian agar tidak menaiki mobil pribadi,karena angkot suka berhenti sembarangan, maka perjalan menjadi terhambat, oleh karena itu sebaiknya membuat halte khusus angkot.
BAB 1
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Angkutan umum atau angkot adalah kendaraan umum yang digunakan masyarakat  berdasarkan arah dan tujuannya masing-masing.Penggunaan angkot sangat mudah hanya perlu menaiki angkot sesuai jurusannya dengan biaya yang terjangkau, yaitu untuk pelajar Rp.1.500,- dan orang dewasa Rp.2000,-.Angkot terbagi dalam berbagai macam jurusan seperti ADL,ABB,TST,ABG,GL,GA,MM,AL,ASD, dan lain-lain.Angkot yang dipakai di desa biasa disebut Angkutan Desa, angkutan desa menghubungkan antara desa-desa di Malang. Sekarang penggunaan angkot sedikit berkurang karena adanya kendaraan pribadi seperti mobil.Mobil kurang efektif digunakan karena hanya memuat sedikit penumpang dan menimbilkan macet,mobil seperti Avanza,Xenia,APV,BMW, dan lainnya. Mobil pribadi banyak digemari karena desain,gaya,kenyamanan dan kelincahannya,oleh karena itu akot kurang maksimum penggunaannya.

  1.2Rumusan Masalah

1.Apakah angkot bisa mengatasi kemacetan di Malang?
2.Apakah penggunaan angkot bisa maksimum
3.Apakah angkot bisa diterima masyarakan Malang?


1.3 Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah
1.Mengurangi kemacetan di Malang
2.Memaksimalkan penggunaan angkot

1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari proposal ini adalah
1.Untuk mengurangi kemacetan
2.Untuk memperbanyak penggunaan angkot
3.Untuk mengurangi  penggunaan mobil pribadi

1.5Teknik Pengumpulan Data

Beberapa teknik pengumpulan data yang dapat dipakai adalah
1.Observasi
2.Dokumen

1.6Hipotesa

Jika penggunaan angkot dimaksimalkan dan penggunaan mobil pribadi dikurangi, maka macet akan berkurang karena angkot bisa memuat lebih banyak penumpang



Bab II
Tinjauan Pustaka
Angkot merupakan alat yang bisa mempermudah masyaakat dalam mecapai tujuannya.Angkot adalah kendaraan umum  beroda empat dengan tujuan yang berbeda beda.Biaya untuk menaiki angkot sangat murah hanya Rp 2.000 untuk orang dewasa dan Rp 1500 untuk pelajar. .Angkot terbagi dalam berbagai macam jurusan seperti ADL,ABB,TST,ABG,GL,GA,MM,AL,ASD, dan lain-lain.Angkot yang dipakai di desa biasa disebut Angkutan Desa, angkutan desa menghubungkan antara desa-desa di Malang
Angkutan kota adalah sebuah moda transportasi perkotaan yang merujuk kepada kendaraan umum dengan rute yang sudah ditentukan. Tidak seperti bus yang mempunyaihalte sebagai tempat perhentian yang sudah ditentukan, angkutan kota dapat berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di mana saja.                 ( http://id.wikipedia.org/wiki/Angkutan_kota)
Epistemologi ANGKOT:
ANGKOT berasal dari bahasa Indonesia yang terdari 2 kata dasar “Angkutan”dan “Kota” (padahal angkutan ini kenyataannya tidak mengantar ke kota satu ke kota lainnya melainkan dari daerah satu ke daerah lainnya)Jika kedua kata tersebut digabungkan maka terbentuklah kata Angkot membuat Dan untuk sebutan angkutan ini pun berbeda2 biasanya mereka hanya menyebutkan kode atau nomor Angkutan Kota yang satu ini.. 01, 02, 03, 46, dll tentunya nomor2 tersebut sesuai dengan jurusan masing2
Fungsi ANGKOT:
Angkot ini sangatlah berguna dan membantu para penumpangnya. Angkot dapat mengantar penumpangnya ke jalan2 kecil yang tidak dilalui Bus Umum lain yang hanya beroperasi di jalan2 besar. Maka angkot dapat menjangkau jalan2 kecil kepelosok kota. (Untuk menjangkau jalan yang lebih sempit dan dalam biasanya dapat dijangkau dengan transportasi lain seperti Ojeg Motor, Ojek Sepeda, hingga Bajaj dan becak.)
Exterior ANGKOT:
Pada hakekatnya kendaraan ini jika dilihat dari bentuknya merupakan mini bus atau orang Indonesia biasanya menyebut kendaraan ini sejenis “Kijang” dari salah satu brand mobil di Indonesia..Mereka menggunakan jenis transportasi mini bus agar dapat menampung penumpang yang jumlahnya banyak. Pada segi designatau exterior, transportasi ini dicat sesuai warna jurusan seperti hijau, hijau merah, hijau putih, biru, biru kuning, merah, dll. Selain cat angkutan yang satu ini juga dihias dengan berbagai sticker yang “menarik” untuk dibaca maupun dilihat..Ukurannya pun ada yg kecil hingga ukuran besar yang menutupi seluruh jendela belakang.. diantaranya adalah pesan2 pendek yang jika kita pembacanya terkadang akan berpikir mengenai pesan singkat tersebut dan menyebabkan timbulnya imajinasi, fantasi hingga rasa geli. kira2 beberapa pesan singkat yang tertera di sticker
 (http://lifein156.wordpress.com/tag/angkot/) (dengan perubahan seperlunya)
Kendaraan umum yang paling sering kita jumpai di Kota Malang adalah angkot warna biru, atau penduduk setempat biasa menyebutnya dengan Mikrolet. Angkot-angkot ini memiliki rute-rute yang sudah diatur sedemikian rupa untuk mengantar penumpang ke berbagai tujuan di Kota Malang. Angkot-angkot warna biru ini adalah angkot khusus untuk rute dalam kota, sementara untuk ke luar kota, anda harus transit ke angkot atau bus yang menuju luar kota. Rute/ trayek  mikrolet dalam Kota Malang seluruhnya ada 25 rute. Angkot-angkot untuk luar kota warnanya sudah bukan biru lagi, sehingga mempermudah kita dalam membedakannya.
Ada tiga terminal utama yang terdapat di Kota Malang, yaitu: Terminal Arjosari; Terminal Gadang (sekarang disebut Terminal Hamid Rusdi), dan Terminal Landungsari. Kami sebut terminal utama karena ketiga terminal tersebut merupakan pintu bagi masyarakat Kota Malang dengan kota-kota lain. Terminal Arjosari merupakan tempat transit bagi anda yang ingin bepergian ke Kota Lawang, Pandaan, Pasuruan, atau Surabaya. Terminal Hamid Rusdi merupakan tempat transit menuju Kota Kepanjen, Blitar, Lumajang atau Tulungagung. Serta Terminal Landungsari yang adalah tempat transit menuju Kota Batu, Kediri, atau Jombang.
Dari pengamatan tim pesonamalangraya, angkot-angkot ini pada umumnya hanya beroperasi hingga pk.21.00, lebih dari jam tersebut angkot-angkot ini susah untuk didapat. Jadi bagi anda yang bepergian ke Kota Malang menggunakan sarana umum, sebaiknya anda pulang sebelum pk.21.00.
Untuk menandai rute setiap mikrolet dalam kota tersebut, maka tiap mikrolet memasang kode yang berupa huruf awal dari nama daerah yang merupakan rute dari mikrolet tersebut.

Источник: http://pesonamalangraya.com/angkot-mikrolet-dalam-kota-malang/




Bab III
Metodologi
3.1Tempat
Penelitian ini dilakukan di :
a.Jembatan Soekarno Hatta
b.Daerah Blimbing
c.Depan SMPN 1 Malang
3.2Populasi dan sampel
Angkot sangat banyak di Kota Malang namun penggunaannya kurang maksimal sebagai contoh angkot ADL yang bertujuan ke Arjosari-Dinoyo-Landungsari ,jika bertujuan ke Arjosari sebaiknya menaiki angkot ini dari pada angkot jurusan AL (Arjosari-Landungsari) 
3.3Variabel penelitian
Variabel Independen
Jurusan Angkot
Variabel Dependen
Kendaraan (Angkot)
Variabel control
Waktu pengamatan
Tempat pengamatan
Tanggal pengamatan
3.4 Alat dan Bahan
-Angkot
-Uang
-Alat transportasi
3.5 Cara kerja penelitian
Cara kerja penelitian ini dilalui 2 cara yaitu
Cara 1
1.Saya menaiki angkot dari sekolah ke rumah dengan angkot ADL, selama di dalam angkot saya mengamati keadaan di sana baik penumpang maupun supir ataupun angkot lainnya
2.Setelah sampai tujuan saya membayar dan berganti angkot ke ABB untuk sampai rumah, di dalam angkot saya melakukan hal yang sama dengan nomor 1
Cara 2
1.Saya menaiki kendaraan pribadi sambil mengamati keadaan angkot di jalan raya dari atas kendaraan saya
2.Dengan melihat secara langsung dan leluasa saya melakukan penelitian ini dengan mudah namun kekurangannya saya hanya bisa melihat keadaan di luar angkot ,tidak bisa melihat keadaan di dalam






Bab IV
Analisa Data dan Pembahasan
Analisa
Setelah diteliliti ternyata kendaraan seperti mobil adalah pemicu dari kemacetan karena mobil memuat lebih sedikit penumpang daripada Angkot. Angkot selain untuk mengatasi kemacetan karena muatannya yang lebih banyak, angkot ternyata juga berfungsi sebagai kendaraan yang sangat penting. Contohnya jika orang yang biasanya menjemput anda saat pulang sekolah atau kendaraan pribadi rusak, maka solusi yang sangat tepat adalah Angkot, begitu juga jika ada urusan mendadak dan pada saat itu tidak ada kendaraan pribadi maka solusi yang cepat hanya Angkot disamping itu biaya Angkot sangat murah.
Pembahasan
Ternyata keuntngan menaiki Angkot adalah sejauh- jauh jaraknya kita menaiki Angkot maka biayanya tetap , tidak seperti Taxi yang dihitung oleh Argometer. Untuk kerugian atau kekurangan Angkot adalah kita tidak bisa berhenti tepat di depan tempat tujuan dan kita harus berhenti di tempat pemberhentian angkot yang mengharuskan kita berjalah kaki namun tidak terlalu jauh, selain itu kerugiannya adalah jika kita tidak tahu jalan dan arah maka yang bisa terjadi adalah kesasar atau tidak sampai di tempat tujuan kita maka dari itu sebaiknya untuk naik Angkot harus dibekali pengetahuan tentang jalan yang ada, atau bisa juga kita bertanya orang tentang arah dan kita juga bisa bertanya kepada supir Angkot ke arah mana Angkot ini menuju sesuai jurusannya.